Humas BPTU HPT Padang Mangatas Sumbar Paparkan Soal Potensi Pembibitan Sapi Kepada JMSI Kampar

Oct 22, 2026 - 14:23 WIB
Humas BPTU HPT Padang Mangatas Sumbar Paparkan Soal Potensi Pembibitan Sapi Kepada JMSI Kampar

JarNas — Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kampar melakukan kunjungan ke BPTU HPT Padang Mengatas, Kamis (22/10/2026). Potensi peternakan di kawasan itu menjadi salah satu perhatian Ketua JMSI Kampar.

Rombongan yang dipimpin Ketua JMSI Kampar, Hj. Netty Mindrayani, M.Si., mendapatkan pemaparan langsung dari Rahmat Fikri, Bidang Penjualan dan Humas BPTU HPT Padang Mengatas, mengenai sejarah, populasi ternak, jenis sapi, serta fasilitas pendukung pengembangan peternakan.

Kunjungan itu juga mengungkap sisi lain BPTU HPT Padang Mengatas. Tidak hanya mengelola ribuan sapi, lembaga ini turut mencatatkan prestasi melalui tiga penghargaan di bidang tata kelola keuangan pemerintah. Perpaduan antara sejarah panjang, pengembangan peternakan, fasilitas terintegrasi, dan prestasi pengelolaan keuangan menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut.

Usianya telah melampaui satu abad. Berawal dari kawasan penggembalaan kuda pada 1916, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Padang Mengatas kini berkembang menjadi pusat pembibitan ternak dan pengelolaan hijauan pakan ternak di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Di atas kawasan seluas 280 hektare, balai ini mengelola sekitar 1.300 ekor sapi dan merencanakan penambahan 600 ekor lagi. Jika seluruh penambahan terealisasi, populasi ternaknya berpotensi mencapai 1.900 ekor.

DARI PENGGEMBALAAN KUDA MENJADI PUSAT PETERNAKAN UNGGUL

Sejarah panjang menjadi bagian penting dari identitas BPTU HPT Padang Mengatas. Kawasan ini telah dikenal sejak 1916 sebagai tempat penggembalaan kuda sebelum berkembang menjadi pusat pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak.

Kini, kawasan seluas 280 hektare tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan peternakan, khususnya melalui pengelolaan ternak dan fasilitas yang menunjang kegiatan pembibitan.

Rahmat Fikri memaparkan bahwa sapi yang dikelola terdiri atas sejumlah jenis, yakni Limousin, Belgian Blue, sapi Pesisir, Friesian Holstein, dan Simmental.

Keberagaman jenis sapi tersebut memperlihatkan luasnya aspek pengelolaan peternakan yang membutuhkan penanganan sesuai karakteristik ternak, tujuan pembibitan, ketersediaan pakan, serta dukungan sumber daya manusia.

Dengan populasi sekitar 1.300 ekor dan rencana penambahan 600 ekor, pengelolaan pakan, pemeliharaan, kesehatan, serta kapasitas fasilitas menjadi bagian penting untuk mendukung pengembangan peternakan secara berkelanjutan.

1.300 EKOR SAPI, 600 EKOR LAGI DIRANCANG MASUK

Rencana penambahan 600 ekor sapi menjadi salah satu informasi yang menarik perhatian rombongan JMSI Kampar.

Apabila seluruh penambahan terealisasi, jumlah ternak yang dikelola berpotensi meningkat menjadi sekitar 1.900 ekor. Peningkatan populasi tersebut tentu membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari ketersediaan pakan dan air, kapasitas kandang, kesehatan ternak, hingga pengelolaan lahan.

BPTU HPT Padang Mengatas memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang tercantum pada papan informasi kawasan, antara lain farm sapi eksotik, farm sapi Pesisir, padang penggembalaan, bank pakan, gudang pakan, kebun hijauan pakan ternak, dan kebun bibit hijauan pakan ternak.

Selain itu, tersedia fasilitas bull treatment dan laboratorium semen segar yang menunjang kegiatan teknis peternakan.

Keberadaan fasilitas tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan peternakan tidak cukup hanya mengandalkan jumlah ternak. Kualitas bibit, manajemen pemeliharaan, ketersediaan hijauan, serta dukungan teknis harus berjalan beriringan.

PUNYA TAMAN EDUKASI PETERNAKAN TERINTEGRASI

Salah satu fasilitas menarik di BPTU HPT Padang Mengatas adalah Taman Edukasi Peternakan Terintegrasi. Kawasan ini dilengkapi mini ranch, kandang showroom, forage show, serta fasilitas edukasi pengolahan limbah peternakan.

Kehadiran sarana tersebut membuka kesempatan untuk mengenalkan pengelolaan peternakan secara lebih luas, mulai dari pemeliharaan ternak dan pengelolaan hijauan pakan hingga pemanfaatan limbah.

Pengolahan limbah menjadi bagian penting dalam mendorong peternakan yang lebih efisien dan memperhatikan aspek lingkungan. Sementara itu, fasilitas edukasi dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, maupun pihak yang ingin mengenal lebih dekat sistem peternakan terintegrasi.

Di kawasan tersebut juga terdapat area perkantoran, masjid, mess, bengkel, aula, serta fasilitas pendukung lainnya. Papan informasi balai turut mencantumkan Mess Bung Hatta/Museum TT dan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Kelengkapan tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan peternakan didukung oleh fasilitas operasional, teknis, edukatif, dan pelayanan informasi.

BUKAN HANYA PETERNAKAN, BPTU HPT BORONG TIGA PENGHARGAAN KEUANGAN

Di tengah pengembangan sektor peternakan, BPTU HPT Padang Mengatas juga mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan pemerintah.

Balai tersebut meraih tiga penghargaan sekaligus, yaitu:

Terbaik II Implementasi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) Semester II Tahun 2025.

Terbaik II Implementasi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) Semester I Tahun 2026.

Terbaik III Kualitas dan Kecepatan Pelaporan Laporan Keuangan (LK) UAKPA Semester I Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Subbagian Tata Usaha BPTU HPT Padang Mengatas, Alhendri, bersama tim keuangan pada Selasa (4/8/2026).

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja penerapan sistem pembayaran pemerintah serta kualitas dan ketepatan waktu pelaporan keuangan.

Kepala BPTU HPT Padang Mengatas melalui Kasubbag Tata Usaha, Alhendri, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan anggaran negara.

“Pencapaian luar biasa ini bukan sekadar tentang piala dan piagam, melainkan tentang kerja keras di balik layar. Mulai dari ketelitian menyusun laporan hingga kecepatan adaptasi terhadap sistem Kartu Kredit Pemerintah (KKP), semuanya dilakukan demi menjaga amanah negara,” ujar Alhendri.

Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran, memperkuat akuntabilitas, dan menjaga profesionalisme kerja.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tata kelola keuangan yang baik harus diwujudkan melalui disiplin administrasi, kepatuhan terhadap ketentuan, dan pertanggungjawaban yang jelas.

JMSI KAMPAR APRESIASI, POTENSI PETERNAKAN JADI INSPIRASI

Mendengar pemaparan mengenai sejarah balai, populasi sapi, rencana penambahan ternak, serta kelengkapan fasilitas, Ketua JMSI Kampar Hj. Netty Mindrayani, M.Si., bersama jajaran pengurus menunjukkan antusiasme terhadap potensi pengembangan peternakan sapi unggul.

Rombongan juga menyampaikan apresiasi atas pengelolaan peternakan dan capaian tata kelola keuangan BPTU HPT Padang Mengatas. Bagi JMSI Kampar, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan dan menggali potensi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Kampar.

Peluang pengembangan ternak di daerah membutuhkan perencanaan yang terukur, termasuk kesiapan lahan, ketersediaan pakan, pemilihan bibit, modal, tenaga terampil, serta pendampingan teknis. Karena itu, pengalaman dari balai yang memiliki sejarah panjang dan fasilitas peternakan terintegrasi dapat menjadi bahan pembelajaran.

Antusiasme rombongan membuka ruang pemikiran untuk menelaah lebih jauh peluang pengembangan peternakan sapi di Kampar, dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan daerah.

SINERGI PENGELOLAAN PROFESIONAL DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN

Kunjungan JMSI Kampar memperlihatkan dua aspek penting dari BPTU HPT Padang Mengatas: pengembangan peternakan dan tata kelola keuangan.Di satu sisi, kawasan seluas 280 hektare dengan populasi sekitar 1.300 ekor sapi serta rencana penambahan 600 ekor memperlihatkan potensi pengembangan ternak yang perlu didukung manajemen profesional. Di sisi lain, tiga penghargaan keuangan menjadi catatan atas kinerja administrasi dan pertanggungjawaban anggaran.

Keduanya menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya secara terencana, transparan, dan berkelanjutan dalam menjalankan tugas institusi pemerintah. Bagi JMSI Kampar, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung potensi peternakan sekaligus menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan sejarah sejak 1916, fasilitas peternakan yang beragam, serta komitmen terhadap tata kelola keuangan, BPTU HPT Padang Mengatas menjadi salah satu referensi untuk memahami bagaimana pengembangan peternakan memerlukan kesinambungan antara sarana, sumber daya manusia, pembibitan, pakan, dan akuntabilitas pengelolaan. (*)