Rektor Universitas Pahlawan Amir Lutfi Sukses Kenalkan Kampar ke Mancanegara Lewat Kebun Raya
JarNas - Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Pro. DR. H. Amir Lutfi tidak pernah mau diam. Meski diusia senja yang saat ini 81 tahun, ia terus mengaplikasikan ilmunya dan mengembangkan cita-citanya menjadikan kampus kebanggaan masyarakat Kabupaten Kampar itu semakin berkualitas dan ternama.
Kemajuan kampus itu berkembang pesat dibawah kepemimpinanya sejak berdirinya mrlalui Surat Keputusan (SK) Kemenristekdikti Nomor 97/KPT/I/2017 tertanggal 20 Januari 2017. Universitas Pahlawan ini merupakan penyatuan lembaga dari dua sekolah tinggi yang sudah ada sebelumnya di bawah naungan Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai yakni STIKes Tuanku Tambusai (berdiri sejak 2006) dan STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai (berdiri sejak 2012)
Sampai saat ini sudah memiliki tujuh fakultas yakni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakuktas Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakuktas Teknik, Fakuktas Hukum, Fakultas Agama Islam (FAI), Fakuktas Ekonomi Bisnis (FEB) dan Fakultas Ilmu Hayati (FIH).
Tidak puas sampai disitu, putra asal Bangkinang ini terus berinovasi dan membuat gagasan brilyan sehingga pada Kamis (8/10/2026) berhasil mengundang delapan para ahli atau kolega-koleganya dari berbagai negara juga dari peneliti-peneliti terbaik nasional untuk hadir di Bangkinang Kota melaksanakan simposium membahas tentang fungsi dan manfaat kebun raya serta gagasan untuk pengembangan ke skala internasional.
Kebun Raya
Adanya Kebun Raya Universitas Pahlawan ini diawali dengan munculnya gagasan untuk program mengembangkan kawasan kampus. Ia membeli tanah-tanah sekitar kampus utama yang telah mencapai 40 hektar. Tanah itu merupakan hutan rimba yang masih natural.
Di dalamnya terdapat itu lembah, dan koleksi-koleksi pepohonan yang langka, maka sesuai dengan visi dari universitas yaitu quality, entrepreneurship dan sustainable development. Lahan yang menjadi kelebihan dari kampus yang ada utama dijadikan kebun raya.
Untuk mewujudkan dalam pengelolaan kebun raya yang memenuhi standar, Amir menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Dan kita bersyukur bahwa BRIN sangat mendukung bahkan BRIN sudah memberikan penghargaan. Jadi negara pemerintah sudah memberi penghargaan kepada Universitas Parawan sepagai satu-satunya universitas swasta yang membangun kebun raya.
Ia mengatakan bahwa dengan percayaan dari pemerintah ini, tidak disia-siakan dan terus dikembangkan dengan program-program yang lebih baik lagi.
Lalu pada 2023 dilakukan peletakan batu pertama di lokasi kebun raya itu yang disebut dengan ground breaking dari kebun raya.
Pembangunan kebun raya dimulai pada akhir 2023. Awalnya Amir tidak begitu yakin kebjn raya itu akan menjadi seperri sekarang ini, amun ini merupakan keberuntungan dimana kontur lahan yang ada sangat bagus sekali, adanya lembah yang terjal sehingga menambah unik.
Tidak berhenti sampai disitu, sang profesor ini terus memutar otaknya untuk secepatnya mewujudkan cita-citanya. Ia kembali membeli lahan yang tidak jauh dari lahan yang bersebelahan dengan jalan lingkar sekitar 120 hektar menjadi zona B yang sudah dibebaskan 25 persen. Kondisinya lebih bagus dari zona A yang sekarang sudah dilakukan grand opening pada Jumat (9/10/2026). Di zona B ada sejumlah mata air
Tujuan akhirnya adalah ini menjadi satu bagian dari program Sustainable Development dan mewujudkan keanekaragaman hayati. Yang ini merupakan bukan saja program pemerintah Indonesia juga program dunia.
Atas dasar itulah, maka Universitas Pahlawan mengundang para ahli kebun raya dunia yakni Singapura dengan Melbourne yang merupakan kebun raya dua besar bersama dengan Singapura di dunia.
Selain itu, diundang juga ahli kebun raya dari Belanda dan Cina juga memiliki kebun raya terbesar yaitu Rishi Swambana itu yang dipimpin oleh Dr. Charles Cannon datang bersama istrinya ke sini.
"Jadi oleh sebab itu, selain ini sudah dikenal Indonesia, kita ingin mengenalkan kepada dunia bahwa di daerah Riau ada kebun raya yang berada di kampus Universitas Pahlawan Kampar yang telah bertaraf internasional," ujarnya.
Mereka sudah mengakui lanjutnya, bahwa ini betul-betul kebun raya yang bagus serta mempunyai keunikan karena tidak dimiliki oleh kebun raya lainnya karena kontur tanahnya itu yang bagus.
"Saya juga pernah melihat di Belanda, di Singapura, Putrajaya, begitu juga di Australia tidak ada yang seperti ini konturnya," kata Datuk Bandaro Sati ini.
Ia menjelaskan pengakuan konsultan UP Alex orang China mengatakan bahwa Kebun Raya UP ini bukan saja berskala Indonesia tetapi sudah berskala internasional
Amir menyampaikan harapannya terhadap pemerintah Kabupaten Kampar, "Kita berharap pemerintah dapat mendukung, setidaknya dukungan moral, tapi kalau ada dukungan material itu lebih bagus dan jika bisa dimasukkan ke dalam APBD, itu lebih bagus lagi," kata dia.
Menanggapi banyaknya pertanyaan dari masyarakat tentang adanya kegiatan simposium internasional yang mengundang sembilan negara ini bisa diselenggarakan oleh UP, ia menyebutkan anggap saja itu kenduri.
Untuk langkah selanjutnya, Amir akan melakukan pembenahan dengan melengkapi koleksi-koleksi yang ada di kebun raya itu, selain yang memang sudah ada di dalam kebun raya, insitu dan eksitunya.
"Insitunya sudah banyak, adanya pohon-pohon endemik, san pohon-pohon yang masih asli di dalamnya, seperti belimbing hutan termasuk sialang," terangnya.
Sialang itu menjadi primadona di kebun raya ini dan yang paling besar ada di zona b yang susah tinggi-tinggi besar
"Kita berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa, telah memberikan kita lahan yang cukup bagus, maka sebagai tanda syukur, kita undang kolega-kolega baik nasional dan internasional
Dari hasil simposium yang digalae pada Kamis 8/10/2026) itu yang direkomendasikan adalah kerja sama, saling tukar menukar koleksi. (*)




