JarNas - Netty Mindrayani dipilih secara aklamasi sebagai ketua Majelis Taklim Babul Husna Dusun Terang Bulan Desa Salo Kecamatan Salo pada Senin (9/2/2026).
Pemilihan itu dihadiri sebanyak 18 orang jamaah termasuk di dalamnya adalah para sesepuh pendiri Majelis Taklim Babul Husna diantaranya, Jusmaniar, Tukirah, Rosmayeti dan Warmiyanti.
Acara itu dilaksanakan pada kegiatan rutin bulanan yang jatuh pada setiap tanggal 9. Sebulan sebelumnya sempat ditunda karena menunggu para jamaah dirasa cukup memenuhi syarat.
Pemilihan yang berlangsung sangat demokratis itu dilakukan bukan saja untuk memilih ketua namun juga untuk komposisi pengurus lainnya. Mulai dari jabatan sekretaris, bendahara dan bidang lainnya.
Netty secara resmi dipilih untuk menggantikan ketua sebelumnya yang dijabat oleh Tri Yudawati yang sudah dua periode menjabat.
Dalam sambutannya Netty menyampaikan harapannya agar semua jamaah dapat bersatu mengikat tali persaudaraan sebagaimana ikatan persaudaraan yang didasarkan pada akidah (keimanan) kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, atau warna kulit untuk menyatukan umat muslim sebagai satu tubuh yang kokoh.
Ia mengaku bahwa dirinya belum memiliki ilmu agama yang cukup untuk menjalankan organisasi keagamaan ini, namun dengan kekompakan semuanya harapan semua jamaah itu dapat diwujudkan.
Selain itu dia berharap semua jamaah dapat lebih aktif melaksanakan kegiatan keagamaan di Musala Babul Husna serta kegiatan sosial lainnya.
"Lupakan masa lalu yang mungkin pernah terjadi diantara jamaah, buka lembaran baru untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan sebagai umat muslim sejati.
Wartawan senior Kampar itu akan memulai langkahnya dengan memperbaiki apa yang belum dilaksanakan sepenuhnya oleh pengurus sebelumnya penertiban secara internal organisasi.
Para sesepuh juga sangat mendukung terhadapnya. Mereka berharap dibawah kepemimpinannya dapat membawa perubahan dan kemajuan.
"Dengan ilmu yang ananda miliki, insyaallah Majelis Taklim ini dapat lebih baik," ujar Rosmayeti.
Disisi lain Jusmaniar mengatakan bahwa ia sangat yakin Netty bisa memberikan perubahan apalagi dengan kepribadiannya bisa menyatu dengan para lansia.
Hal senada juga disampaikan Tukirah, "bukan saja dengan ilmu tetapi juga didukung pergaulan dan pengalaman ibu Netty, kami yakin bisa memberikan kebaikan," kata dia.
Sementara itu Endang Woro mengakui bahwa sikap yang selama ini ditunjukkan Netty dapat memberikan motivasi dan perbaikan bagi para jamaah.
"Saya memgenal Netty sudah cukup lama, dengan koneksi dan ilmu yang dimiliki, saya yakin dapat mengubah Majelis Taklim ke arah yang lebih baik," ujarnya. (*)