BEM UNRI Bawa Minyak dan Brondolan Sawit ke DPRD Riau, Simbol Protes Keresahan

Mar 22, 2026 - 18:24 WIB
BEM UNRI Bawa Minyak dan Brondolan Sawit ke DPRD Riau, Simbol Protes Keresahan

JarNas - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau menggelar audiensi dengan DPRD Provinsi Riau dengan membawa sejumlah simbol sumber daya alam, seperti minyak bumi, minyak goreng, dan brondol sawit, Jumat (13/3/2026).

Kehadiran puluhan mahasiswa ini disambut ketua DPRD Riau didampingi, sejumlah anggota DPRD Riau lainnya, Abdullah dari PKS, Sumardany dari Demokrat, Siti Zulaikha dari Golkar.

Presiden Mahasiswa Universitas Riau, Muhammad Azhari yang memimpin puluhan mahasiswa ke DPRD itu mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian keresahan mahasiswa sekaligus mandat dari masyarakat Riau terhadap sejumlah persoalan nasional maupun daerah.

Menurutnya, pada isu nasional mahasiswa menyoroti tuntutan reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang dinilai berkaitan erat dengan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Selain itu, mahasiswa juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap Kementerian Hak Asasi Manusia serta mendesak agar aparat penegak hukum yang terbukti melanggar hukum diproses secara tegas.

"Kami juga meminta agar kasus-kasus pelanggaran hukum oleh aparat, seperti pembunuhan, pemerkosaan dan tindakan kriminal lainnya diusut secara tuntas,"ujar Azhari.

Sementara itu pada isu daerah, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di Provinsi Riau, mulai dari konflik lingkungan hidup hingga konflik agraria yang masih terjadi di berbagai wilayah.

Selain itu, mahasiswa juga menyinggung kondisi infrastruktur di Riau yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi pendidikan di Provinsi Riau yang dinilai perlu mendapatkan peningkatan kualitas serta perhatian dari pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa juga membahas persoalan dana bagi hasil antara pemerintah pusat dan daerah yang dinilai belum sebanding dengan sumber daya alam yang disumbangkan Riau kepada nasional.

Sebagai simbol kritik, mahasiswa membawa minyak bumi, minyak goreng, serta brondolan sawit ke dalam forum audiensi sebagai gambaran kekayaan sumber daya alam Riau yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Sementara Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, yang menerima langsung audiensi mahasiswa menyampaikan apresiasi atas berbagai aspirasi yang disampaikan oleh BEM Universitas Riau tersebut.

Menurut Kaderismanto, mahasiswa menyoroti sejumlah isu penting, mulai dari tuntutan reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia hingga berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai perlu mendapat evaluasi dan pengawasan lebih ketat.

Ia mengatakan salah satu yang disoroti mahasiswa adalah program pemerintah pusat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mahasiswa perlu diawasi secara ketat dalam pelaksanaannya.

Selain itu, mahasiswa juga menyinggung persoalan anggaran pendidikan, terutama terkait isu pengalihan anggaran pendidikan di tingkat pusat yang disebut-sebut dialihkan untuk mendukung program MBG.