Majelis Taklim Babul Husna Salo Kembalikan Tradisi Lama Halal bi Halal Rumah ke Rumah

Mar 24, 2026 - 20:41 WIB
Majelis Taklim Babul Husna Salo Kembalikan Tradisi Lama Halal bi Halal Rumah ke Rumah

JarNas- Pengurus dan anggota Majelis Taklim Babul Husna Dusun Terang Bulan Desa Salo Kecamatan Salo, Kampar, Riau kembali menghidupkan teadisi lama bersilaturahmi atau halal bi halal dari rumah ke rumah selama dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa (23-24 Maret2026).

Kunjungan pertama dilaksanakan pada Senin (23/3) oleh Wakil Ketua Majelis Taklim Endang Woro Susilowati  bersama Bendahara Siti Aysyah, dan pengurus lain Delvi, Susdus Siawati, Niptria ke rumah Ketua Majelis Taklim, Netty Mindrayani  dilanjutkan ke rumah sesepuh Majelis Taklim.

Sesepuh yang pertama dikunjungi adalah rumah mantan Ketua Majelis pertama Ratlis Amaludin, kemudian ke rumah Jusmaniar (ketua keempat) diikuti juga oleh anggota lain Yuni Hartati terus dilanjutkan ke rumah Warmiyanti (ketua kedua) diikuti juga oleh Widyawati dan Nur Aisyah.

Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing pengurus yang turut serta dalam silaturahmi itu yang berakhir pada maghrib bersama dan di rumah Aysyah makan bakso dan rombongan pulang ke rumah masing-masing.

Tak lama berselang, Nur Aisyah, Yeterina, Widyawati, Rahmawati dan Yulianis yang belum berkunjung ke rumah Ketua Majelis Taklim kembali melanjutkan silaturahmi sambil menikmati kue lebaran khas Palembang lapis legit, maksuba dan kue delapan jam serta pempek lenggang.

Pada hari kedua, Selasa (24/3) silaturahmi dilanjutkan oleh Ketua Majelis Netty bersama Ermides Yuliana (Sekretaris) ke rumah anggota lain Nuning Yuliani  yang merupakan istri RT 02 Eko Sukistyo. Bergeser ke rumah sebelahnya yaitu rumah Rahmawati, ke rumah Lendra Muslim, ke rumah Ira Komaris (ketua ketiga), ke rumah Ermides Yuliana. Lanjut lagi ke rumah Durotun.

Selepas shakat zuhur, Ketua Majelis kembali melanjutkan silaturahmi ke rumah Yulianis dan berakhir di rumah Durotun sambil latihan shalawatan. 

'Ini merupakan tradisi lama yang dulu kita lakukan secara rutin dari rumah ke rumah setiap kali lebaran," kata Ratlis.

Ia menjelaskan bahwa semasa kepemimpinanya di Majelis Taklim pengurus dan anggotanya sangat ramai lebih kurang 70 orang. Semuanya kompak dan penuh persaudaraan.

"Tradisi seperti ini memang sangat baik untuk terus dilanjutkan sebagai ikatan persaudaraan diantara sesama muslim, dan ini menjadi simbol kekompakan diantara pengurus dan anggota," kata Netty Mindrayani menambahkan. (*)