Perpustakaan dan Arsip Kampar Gelar Literasi Lansia
JarNas - Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kholidah menggelar kegiatan literasi bagi lansia se-Kabupaten Kampar di aula Dinas Perpustakaan Kabupaten Kampar, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi para lansia agar mengetahui semua informasi tentang seperangkat serta teknologi secara mandiri.
"Pemerintah mengajak agar di usia mulai senja, para lansia dapat mengetahui perkembangan teknologi maupun digital secara mandiri seperti menggunakan gawai atau hand phone terutama pengetahuan tentang kesehatan, keterampilan dan kondisi lingkungan," kata Kepala Perpustakaan dan Arsip Kholidah yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Riska Jonita.
Hadir sebagai peserta sebanyak 20 orang lansia perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Riska menyampaikan bagaimana para lansia dapat hidup mandiri, tidak tergantung dengan yang lain. Misalnya memahami tentang resep obat atau layanan medis serta dapat selalu terhubung dengan keluarga dan berkomunikasi dengan baik.
Secara literasi digital membantu lansia mengakses layanan kesehatan tidak harus selalu bergantung pada orang lain dan literasi kesehatan yang baik memberdayakan lansia untuk memahami kondisi fisik mereka sendiri, mengikuti instruksi pengobatan, dan membuat keputusan yang tepat terkait pencegahan penyakit.
Kemudian, menjaga kesehatan mental artinya tetap aktif belajar dan membaca untuk mencegah kepikunan.
Selain itu, dr. Rica Amalia M.KM yang hadir sebagai narasumber tentang kesehatan mental lansia.
"Sengaja kita ambil tema tentang pentingnya para lansia memahami bagaimana kesehatan mental. Biasanya yang diberikan tentang kesehatan secara fisik," ujar Rica.
Kesehatan secara mental lanjut Rica, adalah sesuatu yang hanya dapat dirasakan, tidak secara kasat mata.
"Hal ini tentang kesejahteraan emosional, psikologis, kesehatan mental atau jiwa dan sosial yang memengaruhi cara berpikir para lansia itu," jelasnya.
Rica memberikan berbagai penjelasan tentang cara mencegah kesehatan mental agar tidak terganggu dan mengatasinya dengan upaya agar tidak terjadi penurunan fungsi kognitif (kemampuan berfikir) dengan terus mengasah otak.
Ia menjelaskan cara menjaga kesehatan mental lansia adalah dengan mengelola stress, meningkatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, mengatur pola makan dan pola tidur, melakukan hobby yang menyenangkan.
Pada intinya kata Rica, Lansia itu harus bahagia, sehat dan mandiri sehingga usia tua bukan penghalang untuk terus berkarya dan hidup bermanfaat, tidak sia-sia, setidaknya bahagia lahir dan batin, setidaknya bermanfaat bagi diri sendiri.
Salah seorang peserta Lansia dari Desa Salo Jusmaniar menyampaikan rasa syukurnya karena dapat mengukuti kegiatan literasi lansia yang ditaja oleh Perpustakaan dan Arsip Kampar.
Menurutnya, bukan saja ilmu yang didapatkan juga dapat bersilaturahmi dengan para lansia yang ada di Kabupaten Kampar.
"Silaturahmi itu merupakan obat awet muda, diri kita merasa semakin sehat dan bersemangat," ujarnya. (*)






