Universitas Riau dan Kemendikdasmen Kawal Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SLB di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau
JarNas — Universitas Riau (UNRI) berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan khusus melalui pelaksanaan Pendampingan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Tim Pelaksana Swakelola Koordinasi dan Pendampingan Perguruan Tinggi, Universitas Riau melakukan pendampingan terhadap 10 Satuan Pendidikan.
Sebaran pendampingan sekolah di Provinsi Riau berada di Kabupaten Kampar pada sekolah SLB Negeri Bangkinang Kota, SLB Negeri Bangkinang, dan SLB Negeri Gunung Sahilan. SLB negeri Pembina di Kota Pekanbaru. SLB Aisyiyah Duri di Kabupaten Bengkalis. Serta 2 sekolah di Kota Dumai yaitu SLB Wati Purnama dan SLB Dumai Care Education Center. Sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau terdapat 2 sekolah di Kabupaten Bintan yaitu SLB Negeri Bintan dan SLB Negeri Kijang, serta SLB Negeri 2 Tanjungpinang di Kota Tannjungpinang.
Program tersebut dilaksanakan melalui skema swakelola berdasarkan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Universitas Riau (UNRI). Rektor UNRI Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si membentuk Tim yang bertujuan melakukan pemantauan progress pekerjaan, reviu dokumen perencanaan, verifikasi pelaksanaan fisik, rekomendasi teknis, dan administratif.
Koordinator Tim Pelaksana Swakelola UNRI Muhd. Arief Al Husaini, ST., MT melaporkan hingga tahap laporan periodik 4 bulan September 2026 tercatat 7 sekolah Bimtek awal telah mencapai progres diatas 70% dan telah mengajukan pencairan dana tahap II. Sedangkan 3 Bimtek ABT saat ini masih pada tahap pekerjaan awal.
“Dalam pelaksanaan Tim Pendamping UNRI berkoordinasi dengan Fasilitator, Pihak Sekolah, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Dinas Pendidikan Provinsi, Tenaga Ahli Pusat, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim Dirjen PKPLK. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang dialalami dilapangan dan merumuskan strategi penyelesaian sesuai kondisi masing-masing sekolah.” Ujarnya Jumat (2/10/2026).
Selain melalui kunjungan langsung, koordinasi juga dilakukan dengan memanfaatkan pertemuan daring dan komunikasi digital secara berkala hingga Coaching Clinic untuk perecepatan, klarifikasi teknis, serta penyelesaian persoalan yang muncul selama proses revitalisasi agar kegiatan ini berjalan secara terkendali.
Tim Pendampimg UNRI merekomendasikan agar setiap satuan pendidikan melakukan verifikasi ulang antara dokumen perencanaan dan kondisi eksisting sebelum pekerjaan dimulai agar meminimalkan perbedaan antara dokumen perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan, sehingga proses MC0 sangat penting untuk diperhatikan.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kontribusi Universitas Riau dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kami berupaya memastikan proses revitalisasi berjalan dengan baik dan hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik,” ujar Said Iqrak pahlevi, ST selaku Fasilitator Tim Pendamping Universitas Riau.
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Riau dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi, khususnya melalui penerapan kompetensi akademik dan profesional untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan di daerah. Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan berbagai stakeholder Program Revitalisasi SLB diharapkan dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran. Universitas Riau berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan dalam rangka mewujudkan fasilitas pendidikan yang berkualitas serta lingkungan belajar yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. (*)




